Moderasi dan Harmoni Beragama dalam Surat Tumbaga Holing Batak Angkola

Analisis artikel tentang Moderasi dan Harmoni Beragama dalam Surat Tembaga Holing Batak Angkola

Oleh: Syarifah Nasution (1720100037)

Artikel yang ditulis oleh Dr.Zainal Efendi Hasibuan, M.A sebagai gambaran secara jelas terkait dengan tema kali ini yaitu "Moderasi dan Harmoni Beragama dalam Surat Tembaga Holing Batak Angkola". Yang merupakan salah satu tata cara adat budaya yang ada di Sumatera Utara.

Dalam artikel tersebut kita diberikan gambaran tentang sejarah dan wawasan pendidikan tentang keberagaman adat, ras, suku, budaya dan agama yang ada di Indonesia khususnya di daerah Tapanuli.

Indonesi dikenal sebagai negara yang majemuk yang terdiri dari berbagai ras, suku, budaya, dan agama. Keberagaman inilah merupakan suatu kehendak bagi sang Pencipta sebagai suatu wujud kesempurnaan dan kemahakayaan sang pencipta.

Salah satu penjelasan yang ada dalam artikel tersebut mengenai Surat Tumbaga Holing yang mana artinya adalah ajaran yang telah diberikan dalam kehidupan bermasyarakat yang digali dalam kearifan lokal, alam terhampar luas dijadikan sebagai landasan tata krama kehidupan umat manusia.

Selain itu ada juga pembahasan mengenai dalihan natolu yaitu Mora, Kahanggi dan Anak Boru.

Dimana Mora artinya ialah sebagai sumber air kehidupan dan pantas untuk dihormati karena pihak Mora akan memberikan putrinya untuk diperistri kepada satu keturunan satu marga. Kemudian Kahanggi ialah satu kerabat dalam satu marga dan anak Boru ialah kelompok kerabat yang mengambil istri dari kerabat Mora. Dengan adanya pengambilan boru tersebut maka pihak Mora akan memberikan perlakuan yang sangat baik.

Didalam artikel ini kita juga diberikan penjelasan mengenai walaupun berbeda ras, suku, agama, tetapi kita tidak boleh saling menghina atau mengejek satu sama lain, sehingga perlu adanya toleransi untuk mendukung kemajuan dan kehidupan kita. Apalagi ditambah dengan Agama sebagai lambang atau identitas seseorang. Bagaimana ia mendekatkan dirinya kepada sang pencipta.

Jadi, pembahasan dalam artikel tersebut sangat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai tata cara adat budaya terutama di bagaian Tapanuli. Sehingga kita bisa membeda-bedakan tutur adat yang ada.

Kelebihan dan Kekurangan:

Kelebihan artikel tersebut ialah menjelaskan secara sistematis mengenai tata adat budaya dengan kata-kata yang mudah dipahami. Dan kekurangannya ialah terdapat nya kata-kata penulisan yang salah seperti penulisan kapital, dll.

Saran

Memahami lagi secara jelas mengenai hal tersebut agar tidak salah pengertian dan tidak salah pengaplikasian dalam kehidupan, sehingga kita tidak membeda-bedakan antara ras, agama, budaya, dll.


Komentar

Posting Komentar